Translate

Kamis, 31 Oktober 2013

Tugas Kewirausahaan ide usaha


INOVASI BUAH OLAH SEGAR
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 31

No.
NAMA
NIM
JABATAN
KETERANGAN
1.
Siti Umamah Naili Muna
G54130035
Ketua

2.
Ikhwanudin
G54130024
Notulen

3.
Alfien Ardyan Chandra
G54130031
Dokumentasi


Hari,tanggal   : Senin,7 Oktober 2013
Pukul             : 08.00 s/d 09.40 WIB
Kelas             : Q06
Dosen            : Dr. Ir. Suharno Madev



DIREKTORAT TINGKAT PERSIAPAN BERSAMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2013

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ilmiah dengan judul “INOVASI BUAH OLAH SEGAR” untuk memenuhi tugas Kewirausahaan.

            Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada orang tua penyusun yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan yang begitu besar. Terima kasih pula kepada Bapak Dr. Ir. Suharno M.Sc, dosen Kewirausahaan yang telah membimbing penyusun hingga akhir. Serta ucapan terima kasih kepada para narasumber Bapak Sukriyat pemilik retail Jus Summer dan Bapak Pri pemilik retail Buah Segar Tenda Ungu yang telah berperan penting memberikan sumber inspirasi menemukan dan mengembangkan ide usaha.

            Meskipun begitu, disetiap perbuatan pasti ada kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi.

            Akhir kata penyusun berharap agar makalah ini bermanfaat dan memberi inspirasi untuk membangun dalam memunculkan ide-ide usaha bagi semua pembaca.


                                                                                             Bogor, Oktober 2013

                                                                                                      Penyusun





DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR ........................................................................................................ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................................iii
BAB I  PENDAHULUAN ................................................................................................1
            1.1. Latar Belakang ................................................................................................1
            1.2. Maksud dan Tujuan .........................................................................................2
            1.3. Rumusan Masalah ...........................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN .....................................................................................................
            2.1. Hasil Pengamatan ..............................................................................................
            2.2. Data ...................................................................................................................
            2.3. Pengembangan Ide Usaha .................................................................................
BAB III  KESIMPULAN DAN SARAN ..............................................................................
            3.1.Kesimpulan ........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................................
LAMPIRAN ..........................................................................................................................
















BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Ide adalah produk berfikir kreatif. Prosesnya melibatkan penggunaan tiga indera yaitu alat pendengaran, penglihatan, dan perasa. Dari ketiga indera tersebut jika berinteraksi dapat mendorong daya pikir seorang wirausahawan untuk menghasilkan ide. Dalam kegiatan berbisnis dimulai dengan adanya ide usaha untuk mencapai keinginan dari tujuan kegiatan tersebut. Ide usaha adalah suatu konsep, pikiran dan pengetahuan, mental, pandangan, keyakinanan atau rencana dari kegiatan-kegiatan usaha. Ide usaha dapat berasal dari hobi, pengalaman pribadi, penelitian, dan temuan kebetulan. Munculnya ide berwirausaha bisa kapan saja, dimana saja, dari apa saja, dan dari siapa saja.
Dalam kesempatan ini, pengamat mengambil langkah melakukan observasi ke lapangan untuk menemukan dan mengembangkan ide usaha dibidang pertanian dalam arti luas. Pengamat mengambil opsi lapang berupa retail-retail  disekitar kampus, walau ruang lingkup sempit tetapi cukup menjanjikan peluang usahanya dan dapat diambil pengalaman untuk mengembangkan ide usaha disekitar kampus itu sendiri atau bahkan pengembangan ke pasar berbeda yang memiliki ruang lingkup dengan konsumen yang lebih luas. Tidak menutup kemungkinan ide-ide usaha yang ditemukan baik itu tipe A berupa ide yang belum ada pada pasar pengobservasian tetapi sudah ada di wilayah lain, tipe B berupa penerapan teknologi kedalam pasar, dan tipe C berupa ide penyempurnaan produk yang telah ada.
Usaha di bidang pangan hampir tidak pernah sepi pengunjung pada pasar yang terdapat disekeliling kampus, karena itulah pengamat tertarik untuk mengangkat Judul “INOVASI BUAH OLAH SEGAR”. Pengamat melakukan observasi kebeberapa retail yang fokus terhadap usaha minuman jus buah.  Disetiap retail memiliki kelebihan dan mengedepankan ide usaha yang berbeda-beda untuk mencapai tujuan masing-masing. Setelah observasi dilakukan pengamat berharap dapat menemukan dan mengembangkan ide-ide usaha yang inovatif dan kreatif.

1.2  Maksud dan Tujuan
1.      Melatih diri untuk menemukan dan mengembangkan ide usaha baru dengan turun langsung kelapangan.
2.      Menemukan dan mengembangkan ide usaha jus buah/minuman  yang dapat berperan dalam pasar konsumen disekeliling kampus.
3.      Menemukan dan mengembangkan ide usaha jus buah/minuman untuk mendapat peluang pada pasar.
4.      Menemukan dan mengembangkan ide usaha baru untuk pencapaian tujuan utama berwirausaha dalam hal keuntungan.

1.3  Rumusan Masalah
1.      Sektor apa saja pada bidang pertanian dalam arti luas yang paling diminati dan berperan berdasarkan observasi ke lapangan?
2.      Siapa saja yang menjadi narasumber untuk menemukan dan mengembangkan ide usaha? dan siapa yang menjadi objek utama dari pengembangan usaha tersebut?
3.      Bagaimana antara retail yang satu dengan retail yang lain memiliki keunikan ide usaha masing-masing?
4.      Bagaimana menemukan dan mengembangkan ide usaha?
5.      Dimana ide usaha tersebut dapat dikembangkan?
6.      Kapan ide usaha dapat dilakukan?
7.      Mengapa ide usaha itu ditemukan dan dikembangkan?





BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Hasil Pengamatan
            Berdasarkan hasil observasi lapang yang dilakukan baik diluar maupun didalam kampus IPB, pengamat menemukan ide-ide dari usaha buah yang menarik untuk dikembangkan menjadi suatu usaha yang bernilai tambah. Untuk menemukan dan mengembangkan ide, pengamat memilih Bapak Sukriyat dan Bapak Pri sebagai narasumber yang memiliki usaha dibidang pertanian luas yaitu buah. Adapun sasaran utama dari usaha tersebut adalah pelajar (mahasiswa). Retail Bapak Sukriyat dan Bapak Pri mengemukakan ide usaha yang berbeda walaupun dalam konteks yang sama.
Pengamat melakukan suatu wawancara kepada narasumber dengan maksud bisa menemukan dan mengembangkan ide-ide usaha. Diyakini pula bahwa narasumber dapat berbagi pengalaman bagaimana atas usaha yang mereka tekuni. Setelah itu, pengamat tergugah akan beberapa ide usaha berupa inovasi-inovasi yang cukup kreatif. Melihat peluang pasar, kawasan diluar kampus IPB lebih memberikan jaminan keuntungan yang besar. Dari ketiga indera berinteraksi, ide usaha pengamat dapat mempercayai bahwa pengaplikasian dari ide usaha berupa inovasi dapat dikembangkan saat ini juga karena memang buah itu menjadi kebutuhan para pelajar dalam pemenuhan asumsi makanan sampingan sehari-hari yang bernutrisi. Observasi terjun langsung kelapangan tertuju kepada dua retail, yaitu retail Jus Summer, dan retail Buah Segar Tenda Ungu.

     2.1.1   Retail Jus Summer
     Berdasarkan penelusuran diluar kampus IPB, pengamat tertuju pada suatu usaha jus buah yang ramai pembeli. Retail ini berlokasi di Jl. Bara, Dramaga Bogor, Jawa Barat. Bapak Sukriyat pemilik sekaligus pendiri usaha jus buah ini dengan ramah menjamu pengamat dan bersedia menjadi narasumber. Beliau menceritakan, usaha ini telah berdiri sekitar 6 tahun lampau. Awal mula usaha adalah nasi goreng sebagai menu utama  dan minuman seperti jus buah, es seduh, dan lain-lain sebagai menu tambahan. Dibandingkan nasi goreng, ternyata minuman yang lebih diminati pembeli. Karena keadaan tersebut, Bapak Sukriyat memutuskan untuk banting stir menjadikan usaha jus buah sebagai usaha utama dengan pop ice sebagai menu lainnya. Sebuah gerobak berlantai tanah kini berubah menjadi lemari stainless berlantai keramik. Tidak hanya itu, dicontohkan pada jus berbahan dasar Alpukat yang awalnya hanya 5 kg per hari, kini 15 kg per hari. Keuntungan yang berkali-kali lipat. Itu semua tidak lepas dari strategi jitu andalan Bapak Sukriyat. Strategi yang dikedepankan pada ide usaha adalah:
1)   Menggunakan buah pilihan yang selalu baru, segar dan tidak busuk.
2)   Menggunakan gula pasir asli non pemanis buatan
3)   Tidak menggunakan es batu balokan.
4)   Buah-buahan yang bervariasi dan serba ada (lengkap)
5)   Adanya informasi manfaat jus buah pada dinding tempat usaha
6)   Pelayanan yang ramah dan cepat
7)   Harga sesuai kemampuan daya beli mahasiswa/pelajar
8)   Tempat jus buah telah mengggunakan teknologi, yaitu alat press agar tidak mudah tumpah atau bocor dan lebih simpel.
Dari usaha sederhana ini Bapak Sukriyat dibantu 2-3 orang pegawai. Dengan kata lain keuntungannya sampai bisa membuka peluang pekerjaan bagi orang lain. Kendala yang dihadapi adalah saat hujan tiba dan hari libur. 
 2.1.2  Retail Buah Segar Tenda Ungu
     Berawal dari seorang petugas PPA di Asrama Putri pada tahun 2001, Bapak yang biasa di sapa Pri ini membuka usaha berjualan jus buah segar, es buah, dan buah potong di kantin gerai ungu. Pa Pri mendapat inspirasi ide dari penghuni asrama yang mengeluh ingin membeli buah tetapi  jauh harus berjalan ke Bara. Ide usaha ini tiba-tiba muncul dibenak Pa Pri dengan maksud mempermudah para penghuni asrama untuk mengkonsumsi buah. Disamping itu, buah kaya akan vitamin sangat dibutuhkan mahasiswa. Tahun 2013, Pa Pri resmi membuka usaha jus buah, es buah, dan buah potong. Kelebihan yang dijual pada usahanya adalah mengutamakan kualitas buah, dan rasa. Tampilan polos tetapi memiliki rasa yang enak dan kental, itu sudah menjadi kelebihan usaha yang dijual. Karena ruang lingkup sempit, jenis buah yang dijual untuk jus buah adalah Alpukat, Mangga, Pepaya, Melon, Semangka, Wortel, Tomat, Stroberi dan Pear. Buah yang memiliki daya beli tinggi adalah Alpukat dan Mangga. Kisaran harga Rp. 4.000 sampai Rp. 5.000 dengan modal buah, gula pasir, es batu, dan susu. Dalam sehari 5 kg habis terjual untuk Alpukat saja. Untuk buah potong, ada Semangka, Pepaya, Melon, dan Nanas. Harganya Rp. 1500 per potong. Untuk Pepaya sedang bisa di potong menjadi 6 sampai 7 potong. Untuk Melon kisaran harga Rp. 20.000 perbuah dapat dijadikan 15-18 potong dengan harga Rp. 1.500 per potong. Pada es buah, isinya ada rumput laut, buah Melon, Pepaya, Cincau hitam, dan agar-agar. Rp. 4.000 per gelas. Ketiga ide usaha itu memberikan keuntungan yang seimbang. Kendala apabila buah yang dijual tidak habis. Karena seperti Melon, Semangka, dan sebagainya hanya mampu bertahan satu hari.
2.2.1 Menemukan dan Mengembangkan Ide Usaha
                  Hasil wawancara dengan narasumber dan observasi langsung, cara pandang pengamat terhadap ide usaha ada beberapa pertimbangan. Pertama, keadaan  pasar menentukan suatu ide usaha tersebut tepat berjalan mulus dan menghasilkan keuntungan atau tidaknya. Kedua, ide usaha inovatif dan kreatif dalam arus minuman dari buah harus memperhatikan rasa, kualitas bahan, tampilan, dan kandungan gizi. Ketiga, harga minuman dari hasil inovasi ide usaha harus bersahabat dengan para pelajar. Pengamat menemukan beberapa inovasi diantaranya:
1.      Jus Buah Cau Sih ( Cincau Selasih)
Jus buah cau sih adalah suatu jenis minuman berbahan dasar buah yang diblender, diberi alas cincau hijau dan adanya corak pulkadot dari selasih itu sendiri. Ide usaha ini mengacu pada ide usaha tipe C karena ide usaha lama yang dikembangkan dengan penambahan beberapa manfaat nutrisi dalam minuman, menambah inovasi tampilan serta mengkombinasikan rasa. Bahan yang diperlukan adalah :

a)      Buah (salah satu dari Alpukat, Semangka, Pepaya dan Melon)
b)      Gula 1 sendok makan atau sesuai selera
c)      Susu rendah kalori
d)     Air setengah gelas
e)      Es batu sesuai selera
f)       Cincau hijau 1/3 gelas
g)      Selasih
Proses pembuatan :
a)      Buah, gula, susu, dan air di blender bersamaan. Sambil menunggu proses blender selesai, masukkan cincau hijau kedalam gelas Lalu tuangkan selasih. Setelah proses blender selesai, pindahkan dari blender ke gelas. Upayakan selasih menjadi suatu pulkadot dari jus buah tersebut, dan cincau hijau sebagai alasnya.
Kali ini pengamat mengkombinasikan dan menyatukan ide-ide dan strategi dari dua retail yang dikunjungi tersebut demi kelangsungan menemukan dan mengembangkan ide usaha baru dalam bidang minuman berbasis pertanian dalam arti luas, yaitu berkaitan dengan buah. Ide usaha para narasumber tidak ditelan mentah-mentah, tetapi ditelusuri terlebih dahulu mengenai keberadaan kandungan yang terdapat pada jus buah. Seperti terdengar kasus bahaya dari jus buah Hans-Peter Kubis dari University of School of Sport, Health, & Exercise Sciences mengatakan bahwa gula seharusnya dikenakan pajak demi menghentikan bencana kesehatan di masa mendatang dan supaya jus buah dikeluarkan dari pesan kesehatan ‘lima makanan per hari’, sangat jelas bagaimana kebiasaan minum jus buah membuat orang semakin kecanduan minuman manis , menghadapi bencana kesehatan multilevel dengan meningkatnya kadar obesitas dan peningkatan insiden diabetes tipe 2,” ujar dr. Kubis.
Setelah dicari info lebih mendalam, maksudnya adalah mengkonsumsi jus buah itu baik untuk kesehatan tetapi tidak boleh berlebihan. Karena jus buah itu menggunakan gula yang tidak sedikit. Gula tersebut dapat menyebabkan Diabetes Milletus dan menjadi hal yang menyeramkan bagi pediet. Ini menjadi tolak ukur bagi pengamat untuk menemukan dan mengembangkan suatu ide usaha. Karena ini juga pengamat memasukkan cincau hijau menjadi bagian dari inovasi untuk mengurangi kadar lemak. Setidaknya 1/3 kadar lemak tergantikan oleh cincau hijau bermanfaat untuk mengatasi panas dalam selain menyegarkan. Kandungan gizi dan pengetahuan yang dapat diperoleh lainnya adalah :
1)      Buah Semangka, daging buahnya  tebal, berasa manis, dan kandungan  airnya sangat tinggi. Kandungan  zat gizi dan fitonutrien. Kandungan air tinggi, gula, provitamin A (karotenoid)  dan vitamin,  mineral potasium/kalium  dan fosfor, Flavonoid, Pektin, serta serat. Adapun manfaat semangka, amtara lain:
·         Menahan serangan jantung.
·         Sebagai antioksidan dan antikanker.
·         Sebagai diuretik.
·         Membeiikan perlindungan dari serangan radikal bebas.
·         Sebagai anti alergi.
·         Menurunkan kadar kolesterol.
2)      Buah Alpukat, daging buah Alpukat bertekstur halus, berserat halus, tebal, empuk, serta rasanya gurih dan lezat. Kandungan zat gizi dan fitonutrien antara lain: asam lemak oleat dan linoleat, provitamin A, vitamin C, vitamin E, dan vitamin B serta mineral besi, tembaga, magnesium. Adapun manfaat dari Alpukat antara lain:
·         Menurunkan kadar kolesterol darah.
·         Membantu regenerasi darah dan mencegah anemia.
·         Melembapkan kulit.
·         Mencegah konstipasi.
3)      Buah Melon, kandungan zat gizi dan fitonutrien antara lain: Provitamin (karotenoid) dan vitamin  C, mineral  potasium/kalium, kalsium, dan fosfor, adenosin  (antikoagulan) serta serat. Adapun manfaat dari melon antara lain:
·         Melancarkan  saluran pencernaan dan  mencegah  konstipasi.
·         Sebagai  antioksidan dan antikanker.
·         Menurunkan risiko  penyakit jantung dan  stroke.
·         Mencegah  penggumpalan darah.
·         Menurunkan panas tubuh yang berlebihan.

4)      Buah pepaya, kandungan zat gizi dan fitonutrien antara lain  Provitamin  A dan vitamin  C, mineral  besi,  potasium/kalium, dan  magnesium, Flavonoid, enzim  papain, serta serat. Adapun manfaat pepaya antara lain:
·         Sebagai  antioksidan  dan antikanker.
·         Memperlancar  saluran pencernaan dan  mencegah  konstipasi.
·         Membantu  pemecahan serat makanan sehingga feses lebih mudah dikeluarkan.
·         Menyembuhkan luka, infeksi, dan alergi.
Menurut penelitian, cincau hijau memiliki khasiat mengendalikan penyakit darah tinggi. Zat-zat yang terkandung dalam cincau hijau dapat manfaatkan sebagai bahan pembuat obat-obatan, di samping digunakan sebagai minuman penyegar. Tanaman yang bernama latin Cyclea barbata dan termasuk dalam suku sirawan-sirawanan (Menispermaceae) ini daunnya telah diteliti mengandung karbohidrat, polifenol, saponin, flavonoida dan lemak. Kalsium, fosfor, vitamin A dan B.
Penelitian khasiat cincau untuk mengobati penyakit tekanan darah tinggi pernah dilakukan di tahun 1966 oleh Prof. Dr. Sardjito, Dr. Rajiman dan Dr. Bambang Suwitho dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Bila cincau dikonsumsi bersama dengan buah dan sayur mayur sehari-hari bisa memadai untuk memenuhi kebutuhan serat harian sebesar 30 gram sehingga bisa membantu memerangi penyakit degeneratif seperti jantung koroner.




2.    Es Serut Buah
Es serut buah ini terbuat dari buah yang diserut menjadi kecil-kecil dan disajikan bersama es serut dingin agar rasa di mulut menjadi segar, serta ditambah dengan siraman susu, coklat dan sirup. Bahan-bahan:
1.      Buah-buahan yang solid/padat (contoh: apel, melon, pisang, papaya, nanas, pir)
2.      Es
3.      Sirup buah
4.      Coklat cair
5.      Susu
Langkah-langkah:
1.         Serut es dan buah-buahan menggunakan alat penyerut.
2.         Masukkan es serut dan buah serut kedalam gelas/mangkuk.
3.         Siram es dan buah dengan sirup buah, coklat cair, dans usu.
4.         Es buah serut siap dinikmati.
















BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
            Berdasarkan hasil observasi lapang yang dilakukan baik diluar maupun didalam kampus IPB, pengamat menemukan ide-ide dari usaha buah yang menarik untuk dikembangkan menjadi suatu usaha yang bernilai tambah. Untuk menemukan dan mengembangkan ide, pengamat memilih Bapak Sukriyat dan Bapak Pri sebagai narasumber yang memiliki usaha dibidang pertanian luas yaitu buah. Adapun sasaran utama dari usaha tersebut adalah pelajar (mahasiswa). Retail Bapak Sukriyat dan Bapak Pri mengemukakan ide usaha yang berbeda walaupun dalam konteks yang sama.
Pengamat melakukan suatu wawancara kepada narasumber dengan maksud bisa menemukan dan mengembangkan ide-ide usaha. Diyakini pula bahwa narasumber dapat berbagi pengalaman bagaimana atas usaha yang mereka tekuni. Setelah itu, pengamat tergugah akan beberapa ide usaha berupa inovasi-inovasi yang cukup kreatif. Melihat peluang pasar, kawasan diluar kampus IPB lebih memberikan jaminan keuntungan yang besar. Dari ketiga indera berinteraksi, ide usaha pengamat dapat mempercayai bahwa pengaplikasian dari ide usaha berupa inovasi dapat dikembangkan saat ini juga karena memang buah itu menjadi kebutuhan para pelajar dalam pemenuhan asumsi makanan sampingan sehari-hari yang bernutrisi.
Banyak sekali yang
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di dua retail yang berbeda,  pengamat dapat memberikan sebuah penilaian terhadap hasil observasi lapang yang dilakukan baik diluar maupun didalam kampus, pengamat menemukan ide-ide dari usaha buah yang menarik untuk dikembangkan menjadi suatu usaha yang bernilai tambah. Pertama, pada “Retail Jus Summer” pengamat memberikan sebuah ulasan bahwa peralihan dari usaha  nasi goreng dengan minuman seperti jus menjadi fokus terhadap usaha jus buah memberikan keuntungan lebih hingga mempekerjakan 2-3 orang pegawai. Ide usaha tersebut menjadikan pengalaman dan memberikan suatu inovasi bagi pengamat dalam menemukan dan mengembangkan beberapa ide usaha. Kelebihan pada usaha jus summer memberikan pembelajaran bahwa usaha tidak hanya mengutamakan peluang dan keuntungan, tetapi juga memberikan timbal balik yang baik terhadap konsumen terutama pelajar.  Kedua, pada pengobservasian usaha di retail “Buah Segar Tenda Ungu” didapatkan bahwa ide usaha dapat muncul dari kebutuhan orang lain akan 

 2.1.2  Retail Buah Segar Tenda Ungu
     Berawal dari seorang petugas PPA di Asrama Putri pada tahun 2001, Bapak yang biasa di sapa Pri ini membuka usaha berjualan jus buah segar, es buah, dan buah potong di kantin gerai ungu. Pa Pri mendapat inspirasi dari penghuni asrama yang mengeluh ingin membeli buah tetapi  jauh harus berjalan ke Bara. Ide usaha ini tiba-tiba muncul dibenak Pa Pri dengan maksud mempermudah para penghuni asrama untuk mengkonsumsi buah. Disamping itu, buah kaya akan vitamin sangat dibutuhkan mahasiswa. Tahun 2013, Pa Pri resmi membuka usaha jus buah, es buah, dan buah potong. Kelebihan yang dijual pada usahanya adalah mengutamakan kualitas buah, dan rasa. Tampilan polos tetapi memiliki rasa yang enak, jus kental, itu sudah menjadi kelebihan usaha yang dijual. Karena ruang lingkup sempit, jenis buah yang dijual untuk jus buah adalah Alpukat, Mangga, Pepaya, Melon, Semangka, Wortel, Tomat, Stroberi dan Pear. Buah yang memiliki daya beli tinggi adalah Alpukat dan Mangga. Kisaran harga Rp. 4000 sampai Rp. 5000 dengan modal buah, gula pasir, es batu, dan susu. Dalam sehari 5 kg habis terjual untuk Alpukat saja. Untuk buah potong, ada Semangka, Pepaya, Melon, dan Nanas. Harganya Rp. 1500 per potong. Untuk Pepaya sedang bisa di potong menjadi 6 sampai 7 potong. Untuk Melon kisaran harga Rp. 20.000 perbuah dapat dijadikan 15-18 potong dengan harga Rp. 1.500 per potong. Pada es buah, isinya ada rumput laut, buah Melon, Pepaya, Cincau hitam, dan agar-agar. Rp. 4.000 per gelas. Ketiga ide usaha itu memberikan keuntungan yang seimbang. Kendala apabila buah yang dijual tidak habis. Karena seperti Melon, Semangka, dan sebagainya hanya mampu bertahan satu hari.
DAFTAR PUSTAKA

Daryanto, Heny K. Nurhayati, Popong. Sarianti, Tintin. Maryono. 2013. Diktat Kuliah Pengantar Kewirausahaaan. Bogor: Tim Departemen Agribisnis.




























LAMPIRAN
1)        Pangan, bidang pertanian luas (Buah)
 
2)        Pengamat fhoto bersama dengan narasumber Bapak Sukriyat
  
3)        Suasana retail Jus Summer yang ramai pembeli
    




          
4)             Retail Buah Segar Tenda Ungu
      
                       

5)    Inovasi Jus Cau Sih dan Es Buah Serut

          

6)    Fhoto lainnya
         



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar